Pengabdian masyarakat ini berlangsung di Kelurahan Nginden Jangkungan, Surabaya, dengan fokus
pada pengelolaan sampah organik menjadi kompos untuk mendukung budidaya tanaman herbal bernilai
ekonomi tinggi. Tanaman herbal hasil budidaya tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan dasar
pembuatan minuman herbal tetapi juga digunakan sebagai bahan rempah-rempah untuk kebutuhan
penduduknya. Pemanfaatan yang beragam ini membuka peluang usaha baru yang membantu
meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian warga dalam
mengelola sumber daya alam yang tersedia. Selain aspek ekonomi, program ini berkontribusi terhadap
pelestarian lingkungan melalui pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang membuat kawasan
pemukiman lebih hijau, asri, dan ramah lingkungan. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
pengelolaan sampah organik semakin meningkat melalui edukasi dan pelatihan yang diberikan dalam
kegiatan ini. Warga diajarkan cara mengolah sampah organik secara efektif, mulai dari pemisahan,
fermentasi hingga pengemasan kompos agar memiliki nilai jual yang kompetitif. Dengan adanya sinergi
antarwarga, program ini tidak hanya memberikan dampak sosial dan ekologis tetapi juga membangun
semangat kewirausahaan berbasis lingkungan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pengabdian
masyarakat ini diharapkan menjadi model bagi kelurahan lain di Surabaya dalam menciptakan
keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi rakyat. Langkah ini
membuktikan bahwa pengelolaan sampah organik bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, tetapi
juga peluang nyata dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


