Sistem perawatan preventif pada kendaraan merupakan sistem perawatan terjadwal yang
dilakukan untuk mencegah atau mengantisipasi kerusakan dini pada komponen unit pada sebuah
kendaraan. Managemen sistem perawatan yang tepat dan benar dapat menjamin usia komponen
kendaraan tersebut menjadi lebih panjang selama periode pemakaian dan sekaligus juga dapat
meminimalisasi biaya yang tidak diharapkan akibat kerusakan yang lebih parah pada unit
komponen kendaraan. Sektor kaki-kaki atau oderstel merupakan bagian yang kurang mendapat
perhatian oleh sebahagian pengguna kendaraan, karena komponen unit tersebut agak susah
diperiksa. Selain memerlukan perangkat yang lengkap untuk melakukan pemeriksaan, sarana
tersebut umumnya hanya ada di bengkel perawatan kendaraan. Akibat kurangnya pemahaman
pengguna terhadap sistem perawatan preventif khususnya pada sektor kaki-kaki tersebut maka
peneliti melakukan kajian pola perilaku pengguna sehingga dapat mengetahui kondisi yang terjadi
selama ini. Metode yang dilakukan dengan melakukan survey data terhadap responden kalangan
pengguna kendaraan dengan dasar pengetahuan otomotif serta kemampuan mengendarai
kendaraan yang baik dan benar. Berdasarkan metode yang dilakukan tersebut dapat diketahui pola
perilaku pengguna terhadap jumlah responden yang ditentukan yang masih minim, khususnya
perawatan rutin sektor kaki-kaki. Hasil survey antara lain meliputi untuk: pemeriksaan 27,45%,
memberikan pelumas atau gemuk 23,53%, mendengarkan suara mendengung atau berisik 39.22%,
memeriksa suspensi 19,61%. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan perawatan
preventif pada sektor tersebut adalah merancang check list tool perawatan yang yang familiar
meliputi perawatan mingguan, bulanan dan tahunan sehingga dapat ditingkatkan perawatan di
area onderstel tersebut


