Bioetanol merupakan biofuel yang dapat mengantikan bahan bakar bensin. Selain itu
bioetanol dihasilkan oleh proses fermentasi glukosa kemudian dilanjutkan dengan proses
destilasi. Limbah kulit jeruk yang cenderung menjadi sampah organik yang tidak memiliki nilai
ekonomis, mengandung kadar glukosa yang cukup tinggi. Oleh karena itu limbah kulit jeruk ini
diprediksi dapat dijadikan bahan baku pembuatan bioetanol. Fermentasi dari limbah kulit jeruk
ini dapat menghasilkan alkohol dengan kadar 94%. Bioethanol ini digunakan sebagai pencampur
bahan bakar bensin dengan RON 90 agar dapat meningkatkan kualitas bahan bakar. Pengujian
karaketerisik bioethanol dilakukan dengan pengujian parameter gum konten, kandungan sulfur,
distilasi volume penguapan, dan berat jenis. Kemudian campuran bensin dengan bioethanol
dengan konfigurasi E20 (20 % ethanol) dan E27 (27% ethanol). Hasil pengujian dinamometer
bahan bakar E20 menunjukkan peningkatan daya 2.90% dan 3.18 % dibandingkan dengan
bahan bakar bensin 100% RON 90.


