Terobosan yang paling baru saat ini adalah teknologi mobil hybrid, dimana bahan bakar utamanya
adalah bensin dan listrik yang diperoleh dari energi sisa yang terbuang yang dimanfaatkan
kembali untuk menggerakkan generator sehingga dapat menghasilkan energi listrik untuk mengisi
cadangan baterai sehingga dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Terinspirasi dari ide
tersebut penelitian ini mengembangkan sistem regenerative shock absorber dengan memanfaatkan
medan listrik yang dihasilkan dari gerakan naik dan turun kendaraan akibat respon getaran yang
timbul pada saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata yang dalam hal ini dapat menyuplai
asupan energi listrik pada baterai. Selain dari inspirasi tersebut penelitian mencoba rmengatasi
permasalahan dimana seringnya pemilik kendaraan lalai mematikan kendaraan sehingga aki
menjadi tekor karena dibiarkan lama dan tidak dikendarai yang memicu kurangnya pasokan listrik
pada aki sehingga menyebabkan kendaraan sulit dinyalakan kembali.Pada penelitian ini shock
absorber yang digunakan menggunakan material stainless steel dan besi yang meliputi cover
chamber dan center rod, sedangkan untuk menciptakan induksi elektromagnetik menggunakan
magnet, kawat tembaga, dioda dan kapasitor. Magnet yang digunakan pada percobaan
menggunakan besi buatan yang berbentuk lingkaran berongga. Lilitan yang digunakan berbahan
tembaga dengan komposisi lilitan yang dipakai kawat tembaga yang memiliki ketebalan 0.12 mm
dengan jumlah lilitan ± 5000 yang dililit secara bertumpukan dan rapat. Dioda yang dibuat
sebagai percobaan ada 4 biji dengan masing-masing spesifikasi 1 Ampere, sedangkan kapasitor 1
buah dengan spsesifikasi 1 mikro farad. Berdasar hasil pengujian pada prototipe dihasilkan
tegangan dengan total 2,66 V dan jenis tegangan sewaktu diukur adalah tegangan AC (bolak
balik). Dengan bantuan dioda 4 buah perubahan tegangan dari AC menjadi DC. Dari hasil diatas,
dari hasil percobaan prototipe tanpa dioda didapatkan hasil tegangan maksimum sebesar 2,66 V
dengan jenis tegangan AC. Dan setelah penambahan dioda dan tegangan berubah menjadi DC dan
terukur sebesar 1,52 V dikarenakan dioda tersebut memiliki nilai resistansi sebesar 0,75 sehingga
hasil tegangan AC yang terukur dikalikan dengan nilai resistansi tersebut sehingga menghasilkan
tegangan DC yang lebih kecil dari tegangan AC dikarenakan resistansi dari dioda tersebut. Dari
hasil percobaan pada prototipe, untuk mencapai sebuah tegangan yang direkomendasikan menjadi
lebih besar bisa dilakukan penggantian magnet dengan medan magnet yang lebih besar dan jumlah
lilitan yang diperbanyak akan membantu meningkatkan tegangan yang dihasilkan dari prototipe
ini.


